kata kata nasehat penuh makna

yang sukses takkan pernah mengeluh bagaimana kalau akan gagal,namun berusaha bagaimana untuk berhasil.

Genggamlah bumi sebelum bumi menggengam anda, pijaklah bumi sebelum bumi memijak anda,maka perjuangkanlah hidup ini sebelum anda memasuki perut bumi.

Jangan sesali apa yang telah terjadi kemarin, tapi jika kamu tak mampu menjadi lebih baik hari ini, kamu patut menyesali.

Hargai apa yang kamu miliki saat ini. Kebahagiaan tak akan pernah datang kepada mereka yang tak menghargai apa yang telah dimiliki.

Ketika tak ada kata terucap, diam mampu ungkapkan apa yang tak terkatakan. Tak semua bisa memahami, tapi sahabat selalu mengerti.

Kebencian hanya merugikan diri sendiri, tersenyumlah ketika disakiti. Hati tanpa benci membentuk jiwa yang tegar dan damai.

Cinta mungkin akan membuatmu terluka, tapi ia membuatmu semakin dewasa. Jadilah pribadi yang selalu memaafkan, terutama hatimu.

Tulusnya cinta, meski tak lagi bersama, kadang rasa benci hadir dalam dada, kamu tetap tak pernah melewatkan seharipun tanpa merindukannya.

Ketika kamu mencintai, jujurlah pada diri. Jadi diri sendiri, jangan biarkan mereka jatuh cinta pada seseorang yg bukan dirimu.

Banyak wanita jatuh cinta pada pria yg salah, hanya karena wanita mudah percaya apa yg dikatakan pria tersebut adalah hal yg benar.

Cinta tak hanya sekedar kata. Cinta harus ditunjukkan dalam tindakan nyata, karena cinta butuh sesuatu yang bisa dipercaya.

Jangan menuntut ingin dicintai apa adanya jika kamu masih memberi syarat kepada seseorang yang mencintaimu.

Cinta mampu menerima kekurangan. Dan cinta ada untuk saling melengkapi kekurangan.

Kedua orangtuaku adalah kado terindah dari Mu. Berkatilah mereka ya Tuhan, berikan aku kesempatan membanggakan mereka :')

Tuhan, bantulah ibu untuk terus sehat. Agar senantiasa kami dijagainya, dilimpahinya dgn kasihnya yg bagai mentari (´▽`ʃƪ)

Ya Tuhan, berkatilah pendidikanku utk saat ini dan ke depannya. Semoga apa yg kupelajari bisa menjadikanku seseorang yg berguna nantinya

Ya Tuhan, berkati aku dan keluargaku disetiap saat. Jaga kami dan jauhkan kami dari segala orang yg berniat jahat pada kami

Aku mengucap syukur padaMu bahkan utk setiap tarikan nafas yg aku lakukan. Terima kasih Tuhan, hidupku dipenuhi nikmat melimpah :)

Bantulah aku ya Tuhan untuk meyakini setiap rencanaMu, bahwa segala sesuatu pasti indah pada waktunya

Dr. Martin EP Seligman, seorang psikolog Amerika dan penulis buku-buku self-help mengatakan, orang yang tingkat harapannya tinggi biasanya memiliki “suara hati” (inner-voice) positif, seperti; “aku pasti bisa melewati ini”. Kata “ini” menunjukkan adanya suatu persoalan atau “kendala”, sedangkan perkataan “aku pasti bisa melewati” menandakan “optimisme”. Di balik perkataan; “aku pasti bisa melewati ini”, terkandung suatu “harapan” tertentu. “Harapan” inilah yang menjadi penggerak sehingga orang terdorong untuk mewujudkannya melalui proses yang logis. Semakin hebat harapan dan upaya yang dilakukan – termasuk dengan dukungan sumber daya lain lain yang dibutuhkan – , semakin besar munculnya optimisme. Harapan mengembangkan ketekunan dan sikap pantang menyerah.

Dalai Lama, pemimpin spiritual Tibet, Cina, pernah mengatakan, “Anda mungkin bertanya; mengapa kita selalu berpegang teguh pada harapan. Ini karena harapan adalah hal yang membuat kita bisa terus melangkah dengan mantap, berdiri teguh, di mana pengharapan adalah sebuah awal.”
Harapan bukanlah suatu angan-angan kosong yang tumbuh tanpa ikhtiar. Harapan adalah keinginan logis dari keadaan diri serta upaya rasional yang ditempuh seseorang dalam menggapainya. Sedangkan keinginan tanpa disertai ikhtiar bukanlah suatu harapan, melainkan hanyalah mimpi atau angan-angan.

sikolog C.R. Snyder (1994) menegaskan, “Hope is the sum of the mental willpower and way power that you have for your goal”. Dari pemahaman ini, maka di dalam harapan terkandung tiga elemen dasar, yaitu; tujuan (goal), keinginan kuat (willpower), dan jalan keluar (way power). Dari ketiga unsur tersebut, tujuan (goal) dianggap merupakan komponen penting paling utama dari suatu harapan. +Rinal Purba

Dengarkan

Sambil anda mengembangkan pernyataan yang jelas tentang tujuan anda, anda sebaiknya mempunyai seseorang yang bisa memperbaikinya, mengingatkan anda akan tujuan tersebut dan membacakannya untuk anda. Nah, pada titik ini, tugas anda adalah mendengarkan. Anda sudah mendengarkan pikiran anda, tetapi sekarang, anda harus mendengarkan apa yang Tuhan katakan dalam FirmanNya dan apa yang Tuhan katakan melalui orang-orang.

Mendengarkan tampaknya suatu hal yang pasif, tetapi ini benar-benar pekerjaan yang sulit dilakukan. Kitab Yakobus mengingatkan kita bahwa kita harus merendah untuk bisa “mendengarkan”, jangan seperti orang yang melihat dirinya sendiri pada cermin dan segera saja kita lupa seperti apa wajah kita. Jadi, apabila anda mendengar tentang kebenaran dan kasih, jangan hanya mendengar saja, tetapi haruslah anda mendengarkan, memperhatikan dan memahaminya.

Apa yang akan anda dengar? Saat Allah Tritunggal berbicara, pastinya Dia akan berbicara tentang Yesus. Yesuslah yang mempunyai kasih yang berkobar untuk mereka yang menderita, dan Dia memahami mereka yang menderita karena luka dan penderitaanNya melebihi luka dan penderitaan kita. Apakah anda pernah memperhatikan bahwa jika kita mendengarkan penderitaan orang lain, terutama jika penderitaan tersebut sangat membebani dan menekan, masalah anda sendiri akan tampak lebih ringan? Paling tidak, mendengarkan dan memperhatikan seperti itu akan mengalihkan perhatian kita dari penderitaan kita sendiri, dan akhirnya kita melihat bahwa kita tidak sendirian. Inilah yang akan terjadi apabila anda melihat kepada Yesus dan mendengarkan.

Tetapi, teruslah mendengarkan. Walaupun mungkin anda merasa tertolak oleh orang lain, tetapi Yesus tidak menolak anda (Masmur 27:10). Berbaliklah padanya dengan iman – bahkan hanya dengan sepercik iman – maka Dia tidak akan pernah meninggalkan ataupun menyangkali anda (Ibrani 13:5). Dia bersumpah untuk melakukannya demi anda.

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu dan telah Kucukupkan nikmat-Ku kepadamu, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agamamu.” (Al-Maidah: 3)

Sangat sayang sekali jika seorang muslim berpegang teguh dan termotivasi dengannya akan tetapi ia tidak tahu bahwa ternyata itu adalah Al-Quran dan hadits ataupun sayang sekali jika seorang muslim lebih senang mencari motivasi, mencari ketenangan mencari kebahagiaan dengan perkataan orang kafir yang dianggap bijak, lebih termotivasi dengan pepatah agama kuno animisme, lebih bahagia dengan pepatah kejawen atau menukil perkataan orang-orang fasik. Sebenarnya boleh-boleh saja asal kandungannya tidak bertentangan dengan syariat. Akan tetapi selayaknya seorang muslim lebih mendahulukan perkataan Allah dan Rasul-Nya, perkataan para Ulama dan ahli ilmu. Karena jika kita mencari kebahagiaan selain agama Islam maka kita tidak akan mendapatkannya. Hanya kebahagiaan semu dan sementara.

Jangan dicatuk dengan yang tajam, cincangah dengan yang majal
(Jika memarahi atau mengkritik orang hendaklah menggunakan cara yang halus agar tidak menyinggung perasaan)

Ada aku dipandang hadap. Tiada aku dipandang belakang
(Di depan berkata manis, di belakang lain kata-katanya)


Ada biduk serempu pula
(Orang yang tidak pernah merasa puas)

Jauh di mata dekat di hati
(Sekalipun tidak bertatap muka tetapi terasa dekat)

Anak harimau tak akan menjadi anak kambing
(Perilaku seorang anak mencerminkan orang tuanya, hendaklah orang tua selalu berbuat baik karena menjadi panutan bagi anak-anaknya)

Tuntutlah ilmu dari ayunan sampai ke liang lahat
(Berapapun usia kita agar tidak berhenti dalam menuntut ilmu)

KATA KATA BIJAK KAHLIL GIBRAN
PERADABAN
Semua kesengsaraan yang melanda bangsa-bangsa di Asia adalah juga kesengsaraan yang mendera seluruh dunia. Sementara itu, apa yang selama ini engkau nyatakan sebagai peradaban barat sebenarnya hanya satu kuburan lain bagi hantu-hantu penyesat yang sangat mengerikan.

PARA PEMUJA
Rumah iman berdiri di atas kuburan serta hamparan tulang-belulang para pemuja yang taat.

WARGA YANG BAIK
Apakah yang dimaksud dengan menjadi warga yang baik? Selain selalu menyadari haknya sendiri, menjadi warga yang baik adalah mengakui hak-hak orang lain sebelum menuntut hak sendiri.

Yaitu dengan tanganmu sendiri engkau menghasilkan hal-hal yang berguna dan indah serta menyayangi karya orang lain dengan penuh cinta dan iman. Yaitu berkreasi dengan usaha tekun dan selalu dengan usaha tekun, kemudian menikmatinya lebih sedikit dari yang telah dikaryakan itu sendiri, demi kahidupan anak-cucu setelah ketiadaanmu agar merdeka dari sumbangan kekuasaan.

sebelumnya 

Tidak ada komentar